Pesan Maiyah Dari Cak Nun

Standard

PESAN MAIYAH MENJELANG ASYURA*

(Muhammad Ainun Nadjib)

Ratusan atau bahkan ribuan kali berbagai kegiatan Maiyah memunuculkan hal-hal yang fenomenal dan luar biasa, yang membuat kita semua bergembira, bersyukur dan meyakini bahwa Allah sungguh-sungguh sedang memperjalankan kita semua. Maiyah itu urusan besar dan mendasar, yang secara nilai ia akan terus mengaliri waktu dengan daya tawar terhadap kenyataan-kenyataan besar yang berskala kemasyarakatan, kebangsaan dan kemanusiaan universal.

Perjuangan Maiyah bertahun-tahun telah membuktikan awal dari fenomenologi gerakannya, alternatif sosialnya, keunikan dan keluasan pandangan-pandangan ilmunya, yang secara keseluruhan terbukti merupakan tawaran yang tidak bisa diremehkan terhadap masa depan kehidupan ummat manusia. Maiyah akan bergulir merambah zaman dan masa depan, serta berusia jauh lebih panjang dari setiap pelakunya. Pekerjaan sejarah Maiyah adalah energi nilai sejarah yang tidak bisa dilakukan oleh lembaga-lembaga sejarah, institusi-institusi sosial ataupun arus-arus kebudayaan. Mungkin pelaku-pelaku rintisan maiyah tidak atau belum sepenuhnya menyadari bobot yang sesungguhnya dari Maiyah. Mungkin juga berbagai tantangan sulitnya menanamkan nilai Maiyah dalam berbagai lapangan kehidupan sosial, membuat para pelakunya terjatuh-jatuh dan kehilangan peluang untuk mendalami dan menakar seberapa mendasar nilai Maiyah di dalam rentang-rentang peradaban manusia.

Terdapat kerikil-kerikil kecil di jalanan Maiyah, lobang-lobang yang memerosokan, gesekan atau tabrakan disana-sini, dismanagemen dan kegamangan formula atau ketidakyakinan atas Maiyah itu sendiri. Para pejuangn Maiyah sangat mungkin melakukan blunder , salah langkah, bertindak tidak akurat, mengambil keputusan yang kurang proporsional, dan lain sebagainya. Itu semua wajar karena memang selalu demikianlah yang dialami oleh para pelopor dan perintis nilai dalam sejarah yang manapun. Di dalam posisi dan keadaan seperti itu, yang harus dijaga adalah jangan sampai pelaku Maiyah merasa menemukan kehancuran hanya karena terserimpung oleh problem-problem kecil, kemudian kehilangan perspektif Maiyah. Jangan sampai pelaku Maiyah terhenti langkahnya karena tidak berani sesuatu yang harus dihadapinya. Jangan sampai merasa selesai perjuangannya karena soal-soal kecil yang sesungguhnya juga bisa diatasi cukup dengan langkah-langkah kecil. Sebab Maiyah akan terus mengaliri waktu hingga ke keabadian. “Demi Waktu”, demikian firman Allah, “Sesungguhnya manusia akan ditimpa kerugian, kecuali mereka yang beriman (berupaya untuk mempertahankan keyakinan yang sedang dan sudah diperjuangkannya), yang terus berbuat amal shaleh, serta saling mentransfer kebenaran dan kesabaran satu sama lain”

*Diambil dari Buletin Mocopat Syafaat, edisi 30, 17 Desember 20010-17 Januari 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s