Untuk Waginah

Standard

Semerbak wewangian kesunyian jalan di tengah gemerlap temaram lampu jalanan, membaur dengan bau anyir darah segar dan lelehan keringat para hamba, mendapati diri bagai sesosok lalat yg terjepit diatara para kumbang, bukan atas kehendaknya melainkan peran sosial, dan peran para pembawa risalahNya yg keliru mengartikulasikan kehendakNya,hingga sang lalat meikhlaskan dirinya menjadi santapan para kumbang, meski pun dibalut dengan sutera2 surga dan ayat2 pahala .Ohh, Duhai Allah, maafkan aku, ditengah lintasan makna hitam yg terpancar akupun blm sanggup menangkapnya..Antal Adzhim.Irhamna, Irhamna, Irhamna, Ya Arhamarahimin,,

“Wahai Allah maha Pengayom, hamba rebah tidur dilembah kesedihan, karena hamba tak kuasa atas kerusakan ini” -Emha Ainun Najib-

22 Sya’ban 1431 H, Arqam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s