Reuni yang dinanti (Mualliminku)

Standard

Selepas lulus dari muallimin tahun 2006 diriku melangkahkan kaki ke Semarang, sebuah kota yang sebenarnya bukan menjadi bidikanku saat itu. Dengan semangat yang menggebu aku dan teman-teman seangkatan yang tergabung dalam angkatan 80 telah berniat dalam hati kami masing-masing. Niat untuk bertemu kembali pada tahun 2010, tepatnya pada Reuni Akbar yang dibarengkan dengan Muktamar 1 Abad di Jogja. Angkatan kami menyebar ke berbagai penjuru, ada yang di Semarang, Jogja, Bengkulu, Kalimantan, Surabaya, Jakarta, Bandung, hingga ke luar negeri seperti Mesir, Libya dan Malaysia. Masing-masing dari kami mempunyai impian dan mulai saat itu, kami mencoba meniti jalan menuju impian.  Hingga akhirnya pada tanggal 2 Juli kemarin, niatan itu  telah terwujud, Reuni Akbar Muallimin-Muallimat.

Reuni yang sudah digembar-gemborkan sejak lama ini telah dipersiapkan jauh hari, hingga gaungnya sudah ramai sejak beberapa bulan yang lalu. Aku sendiri memaknai reuni ini dengan hati yang sangat gembira, bagaimana tidak, setelah empat tahun berpisah dengan kawan-kawan serta meninggalkan kehidupan madarasah tiba-tiba dipertemukan dengan teman-teman mulai dari kakak kelas hingga adik kelas. Berbagai gambaran tentang kebesaran nama Muallimin telah terpahat dalam anganku, suasana yang khidmat dan menyenangkan bertemu dengan para alumni sudah mengitari pikiranku, serta yang paling penting, obrolan-obrolan serius untuk kemajuan muallimin pun sudah aku persiapkan.

Reuni dimulai pada tanggal 2 Juli , hari jum’at jam 06.00-23.00. Hampir saja aku tidak dapat ikut reuni karena terbentur dengan jadwal ujian, hari itu ada jadwal ujian dua mata kuliah, beruntung satu mata kuliah terakhir pukul 15.00 hanya mengumpulkan Makalah berupa proposal skripsi, dan selepas ujian pertama pukul 10.30 aku bersama teman-teman dari semarang (Yoga, Aulia dan Hakim W)berangkat ke Jogja dengan satu semangat saat itu REUNI AKBAR (dg pikiran2 yg kubangun spt diatas).

Suasana sangat padat di jalan, hampir-hampir tidak ada celah untuk berjalan, karena antrian mobil dan truk berbaris sepanjang jalan, suasana panas serta kepulan asap knalpot menghambat perjalanan kami, hingga perjalanan yang bisa ditempuh ½ jam molor menjadi 1 jam (Semarang-Bawen).  Sehabis Jumatan kami melanjutkan perjalan melalui jalur Salatiga, di salatiga kami berhenti sejenak untuk makan siang di “Sup Ayam Klaten”, kami berempat dengan sangat antusias masih ngobrol seputar kenangan-kenangan di muallimin, hingga jam menunjukan pukul 13.30, tinggal 1 ½ jam lagi waktu ke jogja supaya tidak telat (acara dimulai jam 15.00+persiapan), akupun mengajak rombongan untuk berjalan lebih cepat supaya dapat mengejar waktu.  Kami berjalan ke jogja dengan kecepatan maksimal, sesampainya masuk di kota klaten hingga jogja kami disambut oleh guyuran hujan deras. “Wah ujian apa lagi nih” dalam hati bergumam, tapi kami tidak mau kalah dengan hujan, sekali reuni tetap reuni, maka dengan memakai mantel kami menembus guyuran hujan tersebut. Meski celana basah serta jalan yang licin kami tetap memacu motor , sekali lagi dengan semangat Reuni Akbar..saat itu beberapa teman di Jogja sudah menghubungi kami via SMS, menanyakan “Sampai mana kwn?’ bgitu bunyi smsnya. Kami berteriak kepada alam hujanlah sederas-derasnya ku kan terus berjalan.

Pukul 15.40 sampai di Asrama 10 Muallimin sekedar untuk memarkir motor, awalnya kami akan transit di kontrakanya Irfa, karena kesibukan dia maka terpaksa kami masuk ke muallimin  tanpa transit, padahal celana kami basah kena hujan, segera kami menuju kamar mandi terdekat untuk ganti baju dan merapikan diri, terdengar dari dalam acara sudah dimulai dengan meriah.

Kami berempat berganti pakaian yang sudah kami persiapkan sebelumnya, aku sendiri telah menyiapkan baju koko dan celana polos,bukan apa-apa aku hanya ingin mengenang masa ‘santriku’ dulu, sebenarnya mau pake peci, tapi masih malu-malu, dikira alim banget nanti..hehehehe. .Kami berempat masuk ke dalam, ternyata acara nya begitu meriah dan heboh. Para alumni dari yang udah sepuh sampai yang masih culun(baru lulus) berkumpul bersama di situ. Aku sendiri sempat terharu bertemu dengan beberapa ustadz, kakak kelas, mantan mujannib, adik kelas, dan teman-teman yang lain, wuuah, seru pokoke, kemudian kami bergabung dengan rombongan angkatan 80 yang sudah berkumpul sebelumnya, aduuuhhhhh aku sangat senaaaaaaaaannnnnnnnnnnnggggg…. J J J J J

Meskipun ketinggalan acara, aku sempat mendengarkan pidato dari alumni senior, nampaknya beliau sangat bangga dengan ke Mualliminannya, hingga mampu berjuang sebagai “anak panah Muhammadiyah”(slogan yang slalu di sampaikan di Muallimin), aduh aku semakin terharu. Kami tidak kebagian acara secara penuh, beberapa saat kemudian acara berakhir dan akan dilanjutkan ba’da isya. Kami satu angkatan berfoto-foto di depan panggung dan ditengah gedung muallimin yang telah jauh berubah. Saking semangat berfoto hingga gigi kering   karena setiap foto harus memamerkan gigi, hehehehehe cies… Selepas itu, kami transit di tempat irfa, disana kami ngobrol ngalor-ngidul membahas segala hal tentang masa lalu dan kabar sekarang, di tempat ini selain irfa, dihuni juga oleh Dian S, kawan seangkatan (mantan ketua angkatan periode I). Di tempat ini lah rombongan angkatan 80 dari luar kota menghabiskan waktu untuk istirahat, selain karena lokasinya yang dekat dengan muallimin ruanganya cukup memadai untuk menampung sekitar sepuluh orang, bahkan lebih, yah meski tidurnya kayak ikan dijemur gitu, hehehe.

Selepas isya kami kembali ke Muallimin untuk mengkuti pentas seni. Menurut kabar yang kuterima, ada sharing alumni, nah inilah yang kutunggu, saat untuk curah pendapat demi kamajuan sekolah yang diklaim sebagai sekolah kader ini. Namun sedikit kekecewaan tersirat dari diriku, aku melihat sebuah fenomena yang menurutku aneh. Mungkin pikiranku ini dianggap aneh dan kuno namun nggak masalah toh siapapun bisa berpikir selama sesuai jalur yang seharusnya. Begini, ditengah tempat yang dijadikan kawah candradimuka, tempat penggodokan kader Muhammadiyah Se-Indonesia, dimana nilai serta ajaran Islam ditekankan serta dikuatkan, dimana segala hal tentang akhlak Islam menjadi asupan setiap hari, dimana siswa-siswa disiapkan menjadi kader muhammadiyah,,Namun pada malam itu berubah menjadi tempat hiburan dan lapangan umum yang sekedar menggelar konser yang jauh dari ketauladanan akhlak Islam serta misi Muhammadiyah. Memang suasana yang dibangun pada malam itu adalah nuansa reuni, nuansa santai untuk bernostalgia, namun mengapa sampai melepaskan tradisi-tradisi kemualliminan. Muallimin-muallimat bercampur baur hingga wanita yang menyanyi bak seorang artis..

Ok, bagi ku semua itu tidak masalah, namun yang menjadi masalah adalah tempat dimana pelaksanaan itu. Sekarang, secara sederhana apakah itu sesuai dengan identitas sebagai kader Muhammdiyah? Anak panah Muhammadiyah?. Aku hanya akan berkata dalam hati, inilah wajah lain dari “Sekolah Kader” “Muallimin_Muallimat Undercover”. Dimana korelasi acara reuni kemarin dengan label (sekali lagi) “Sekolah Kader”?.. Mungkin sedikit lucu, ketika harapan begitu besar dari PP Aisyiah dan PP Muhammadiyah sedangkan muallimin-muallimat tidak dapat mencetak kader sebagaimana yang diharapkan?.

Kebesaran Muallimin adalah ketika ada seorang kadernya dengan ikhlas berjuang sebagai anak panah muhammadiyah, ini lah yang membedakan dengan sekolah lain. Sementara alumni sekolah lain hanya bangga dengan kehidupan selama di sekolah, namun muallimin selain membanggakan kehidupan di sekolah juga bicara bagaimana kiprah selama ini? Apa yang sudah diperbuat selaku kader muhammadiyah. Kalau hanya sekedar menjadi orang terkenal siapapun dan sekolah manapun bisa melakukannya. Namun untuk menjadi Anak Panah Muhammadiyah ini yang langka dan tidak biasa. Sayangnya Muallimin telah Percaya diri melabelkan status Sekolah Kader , maka jika sedikit saja sekolah kader ini melenceng dari khittahnya maka nama besarnya tinggal kenangan.

Arqom, 22 Rajab 1430

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s