Sekedar Cinta

Standard

Sekedar Cinta

(tulisan ringan ini muncul begitu saja ketika melihat teman yang sedang dimabuk cinta, hehehe)

Mabuk Cinta, itulah istilah  tepat untuk menggambarkan seseorang yang tiba-tiba terbuai dan terpesona dengan cinta sehingga mengabaikan segalanya, baik itu norma, kebiasaan, impian dsb. Semua yang sudah tertata di dalam ritme kehidupannya menjadi buyar dan tidak terstruktur. Sebab cinta mempunyai pengaruh yang sangat besar. Banyak kejadian yang menunjukan kekonyolan, keberanian dan kebodohan disebabkan oleh cinta. Saking banyaknya sampai   tidak cukup huruf untuk menguraikannya.  Yang pasti,   dengan cinta seorang rela melakukan hal-hal diluar jangkauan nalar bahkan sampai ketitik ekstrim sekalipun. Perasaan yang sangat kuat begitu bergelora dan bergejolak ketika orang sudah memasuki fase cinta, keinginan untuk berbuat lebih dan lebih tentu bukan hal mudah untuk dihadapi. Semakin orang mengikuti kata cinta nya maka semakin hal itu menguat dalam dirinya. Penguatan ini terjadi dengan sistematis dan simultan hingga melumpuhkan daya nalar. Maka terkadang orang mengatakan “Cinta itu tidak ada logika”.

Mungkin, bukan karena ketidakmampuan manusia untuk merasionalkan cinta, namun cinta itu sendiri bukan bagian dari logika atau  cinta mempunyai logika tersendiri. Jika kita mencintai sesorang maka   ada cerita bahagia beserta segala keindahannya, namun sebentar saja cinta itu pergi atau bertepuk sebelah tangan, semua akan berubah 180`. Yang semula begitu ingin memiliki tiba-tiba berubah ingin menjauh, semula selalu memuja keindahan berubah menjadi makian, yang semula begitu sayang, berubah menjadi kebencian. Namun ada juga, begitu cintanya dikhianati, atau dikecewakan, justru rasa ingin memilikinya semakin besar, semakin menyayangi dan semakin berusaha memberikan yang terbaik. Sungguh bukankah ini semua diluar nalar kita?.

Kehadirannya   tiba –tiba tanpa mengenal waktu, terkadang cinta datang secara tak terduga, yang awalnya biasa dan tanpa rasa, tiba-tiba berubah  menjadi beda, ada sesuatu yang menarik dan muncul rasa ingin mengungkapkan kata “Aku Cinta Kau”, rasa ingin mengerti, rasa ingin menyayangi hingga rasa ingin memiliki. Perasaan cinta yang muncul selalu ingin diungkapkan, gejolak atau dorongan untuk mengetahui jawaban dari perasaan cinta selalu mendorong manusia berbuat hal yang terkadang justru menjerumuskan dirinya. Cinta membutuhkan jawaban, bisa jadi jawaban itu akan semakin menguatkan cinta atau sebaliknya, akan membuat perasaan kita hancur, seolah harapan kita hilang, menguap dan terbang tanpa hasil. Jika sudah demikian, ekspresi dari jawaban pun akan berbeda-beda, kekuatan cinta yang memuncak akan menggelinding sesuai dengan respon yang diperolehnya, ini lah yang seringkali mengakibatkan orang lupa diri. Atau saya sebut saja “mabuk cinta”. Keadaan dimana cinta begitu mendominasi akal dan perasaan sehingga semua gerak motorik di kendalikan oleh cinta.

Cinta sesuatu yang mulia, bahkan sebuah syair menyebutnya dengan “Anugrah Terindah” , ini bisa saja menjadi benar ketika cinta itu diperlakukan sebagaimana mestinya. Pertanyaan lain akan muncul, bagaimana perlakuan itu?. Jujur, aku  sendiri tidak paham, bagaimana harus memperlakukan cinta, seringkali cinta itu datang dan aku  tidak tahu bagaimana harus memperlakukannya. Tawaran-tawaran keindahan yang disodorkan oleh cinta menuntunku untuk menjadikan cinta segalanya, padahal ini bukan hal yang sepele, dan tidak bisa dianggap main-main. Kuasa pengetahuan saya mengatakan bahwa cinta berarti membagi kehidupan pribadi dengan orang yang dicintai, apa yang kurasakan akan aku ceritakan kepada orang yang kucintai, aku harus memberinya kebahagiaan, aku harus memberinya kenyamanan. Karena cinta itu membuat orang lain bahagia dengan ku dan aku bahagia dengan nya, memberi tanpa harus menerima. Dan, sekali lagi, kuasa penegetahuanku mengatakan, beribu-ribu orang yang terluka karena cinta, ribuan orang dipermainkan oleh cinta, dan  bagiku tidak ada cinta sempurna tanpa pernikahan. Meskipun banyak juga yang menikah tanpa cinta, berarti ada yang salah dalam proses pernikahannya. Dan adapula yang tidak menikah tapi tetap cinta, inilah yang disebut “cinta tak harus memiliki”.

Maka sebagai seorang pria saat ini saya mencoba untuk teguh dan menolak tunduk kepada cinta, aku masih punya impian untuk memberikan yang terbaik untuk cintaku, dan saat ini ku belum bisa memberikannya(ini saat aku menulis tulisan ini). Meskipun seringkali, kuakui pesonanya selalu memancar bak sinar surya di pagi yang cerah. Impian lain tentang cinta bertaburan, memenuhi alam pikiranku.. Mendambakan seorang wanita sholehah, gadis yang siap menemani perjauangan, dalam duka maupun suka, yang mengikhlaskan diri untuk Jalan Nya, semua ini adalah godaan-godaan yang selalu muncul, belum lagi dorongan untuk mengungkapkan cinta,  semakin membuat terjal rintangan yang kuhadapi. Yaah, walaupun demikian, aku rasa pantas jika kusebut ini dengan anugrah, Allah telah memperlihatkan pesona dunia yang sangat indah, melebihi pesona apapun. Bagai permata yang memancarkan kilau cahaya, meski nan jauh disana, aku tetap merasakan kilau nya. Aku pun sadar, banyak orang yang merasakan kilau serupa, banyak orang yang mendambakannya pula. Maka, aku tidak mau terpenjara oleh pesonanya, ku serahkan saja pada Nya, aku suka permata itu, tapi jika Kau tidak menghendaki maka aku pun tidak akan memaksa dan ku serahkan semua pada Mu, “asalkan dia mendapat tempat kebahagian aku pun bahagia’. Begitulah kalimat yang selalu menghiburku, ketika memori-memori tentang dia hadir membayangi diriku.

Kupastikan diriku tidak akan mabuk cinta, kalau toh terjadi, maka tidak akan lama, hehehe. Hidup dunia hakekatnya adalah fana, keserba-sementaraan menjadi cirinya, semuanya adalah untuk menuju kehidupan akhirat yang kekal. Rumi bersenandung ”Aduhai, hidupnya laksana burung yang enggan berlama-lama di sarang yang kotor, secepatnya burung itu akan meninggalkan sarang”. Dengan demikian untuk apa mengharap kepada manusia, atau tergila-gila pada manusia. Toh dia hanya sementara. Lalu,  akan ku katakan pada Nya “ Tuhan, lihat, Kau telah ciptakan makhluk yang sangat indah, bolehkah kah ku memilikinya?” dan aku melanjutkan “kalau toh Kau tidak mengijinkan, maka tolong Tuhan, pertemukanlah aku dengan makhluk sepertinya, kalau bisa lebih baik darinya”…..(dalam hatiku berbisik, Tuhan, kuyakin yang seperti ini tidak hanya satu, tapi kau pasti telah menyediakan satu untuku).

Bagi yang telah memberanikan diri mengungkapkan cinta dan  menerima segala resiko, aku berikan penghargaan setinggi-tingginya. Bagaimanapun itu adalah keberanian yang luar biasa, meskipun tidak mendapat respon seperti yang diinginkan, tabahlah ku yakin akan dapat yang terbaik. Yaah sekali lagi tidak semudah membalik telapak tangan, rasanya begitu pedih mengiris, segala kehormatan telah dipertaruhkan tapi akhirnya tidak mendapatkannya. Namun, begitulah cinta, tak mesti sesuai dengan yang kita inginkan. Banyak hal yang mendasarinya, dan yang paling penting masih banyak hal banyak orang yang mencintaimu.. akupun merasakan hal serupa, meski tak bisa disamakan.

Sepertinya cinta tidak akan menarik jika diurai dengan tulisan dan berbagai macam teori, namun cinta akan indah dibaca dan dirasakan dengan sekumpulan bait-bait puisi, atau pun syair-syair lagu dengan irama yang harmonis. Cinta melahirkan ribuan syair lagu, ribuan bait puisi, dan jutaan kisah. Bermula dari perasaan satu orang dengan orang lain, entah itu satu atau banyak. Akupun tak sanggup lagi meneruskan tulisan ini, rasanya semakin kuat mengelabui. Indah cinta jika diiringi oleh hati yang tulus, sabar, dan ikhlas.  Dan tentu saja cinta akan indah jika dibuktikan dengan Pernikahan, yaaa, mawaddah warahmah…..dan akupun sedang mempersiapkannya…..

14-6-2010

Tulisan ini diinspirasi oleh:

  1. Teman Se rumah yang dimabuk cinta
  2. Plato
  3. Ibnul Qayyim Al Jauziah
  4. Kahlil Gibran
  5. Habiburahman el Shirazy
  6. Michael Foucalt
  7. Teman-teman yang sebentar lagi menikah
  8. Teman-teman yang sudah menikah
  9. Yang terakhir, engkau lah sang permata….:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s