Ekstase Bus

Standard

Ekstase Bus

Seorang artis kampung menyanyikan lagu diiringi irama gendang bertalu-talu, suara orgen memainkan ornamen musik khas melayu, lenggak-lenggok penyanyi dengan  tampilan  cukup menggoda memanjakan mata penonton. Dengan celana sepanjang 20 cm dan baju ala kadarnya penyanyi itu semakin menggoda penonton, racikan musik khas orang-orang melayu semakin hebat dengan tambahan efek suara dan asap yang dipadukan dengan kerlap-kerlip lampu panggung. Goyangan demi goyangan dipraktikan oleh penyanyi itu, mononjolkan seluruh bagian tubuh yang dimilikinya, meskipun tubuhnya tidak sebagus artis kota, namun dia tetap asyik di bawah balutan mata penonton. Kucuran keringat semakin memaksa andrenalin penonton membuncah.

Didepan panggung gerombolan penonton tak mau ketinggalan, suasana malam itu terlalu sulit untuk dilewatkan, masing-masing berusaha mengekspresikan diri mengimbangi orkes di panggung. Berbagai bentuk goyangan juga ditampilkan, bak seorang pangeran dengan bebas mengayunkan kedua belah tangan kedepan-belakang, ke kanan-kiri, sambil menolah-nolehkan kepala dengan ritme pelan. Kedua bahu tak mau ketinggalan ikut mengiringi gerakan kepala, hentakan kaki berirama bagai orang yang sedang baris-berbaris.  Ada pula yang sekedar menggerakan jari jemarinya, mengibaskannya seolah ingin melepaskan seluruh cincin yang melekat di jari.  Penonton lain duduk sambil menikmati seputung rokok sambil berkelakar dengan yang lain. Sementara itu perempuan sibuk menyiapkan hidangan, atau hanya sekedar berbincang kesana-kesini.

Itulah pemandangan dari kotak TV di dalam Bus Jepara-Semarang, bus ini memang terkenal dengan fasilitas Video nya. Sepanjang perjalanan penumpang akan dimanjakan dengan irama musik khas Panturanya Jawa Tengah “Dangdut” . Walaupun ada juga bus yang tidak menyediakan fasilitas ini, namun rata-rata memiliki fasilitas plus-plus.

Suasana di dalam bus tidak kalah dibanding suasana di dalam kotak TV itu, desa-desakan penumpang menjadi hal lumrah, laki-laki, perempuan, mulai dari yang muda sampai yang tua, saling berdesakan.  Aroma keringat para buruh pabrik terasa menyengat, anehnya ini seolah menjadi pewangi khas yang dimiliki Bus. Dibelakang terdengar ibu-ibu sesama pedagang sedang asyik “njagong” dialek suara khas Jeparaan sangat kental, mereka tertawa keras sekali, entah apa yang di bicarakan. Bentuk keletihan dalam sehari di cairkan dalam tawa dan canda sesama pedagang kecil. Penumpang yang lain berdiri dengan santai, wajah letih dan layu seolah dibingkai dalam tatapan mata yang menyiratkan semangat, semangat untuk sampai di rumah dan bertemu keluarga. Di depan kaca bus tertulis jelas “Utamakan Shalawat”..

Kernet bus terus memantau jalan dari samping, sambil sesekali membunyikan “klaskson” dari mulutnya, klakson khas kernet Jepara. Sopir bus seolah tidak terpengaruh dengan ramainya lalu lintas, kakinya terus menekan pedal gas demi mengejar setoran. Suasana diluar berubah menjadi gelap, sang surya sudah pamit keharibaan, digantikan oleh rembulan dan prajurit bintangnya. Hawa dingin berhembus melalui celah jendela. Kepulan asap berlarian keluar jendela, suara dentuman musik dari video terus terdengar. Dan akupun memejamkan mata dan menghirup nafas panjang, ku resapi ini, duduk di samping kaca, ku rasakan pengendara lain saling berpacu. Aku rasakan dan terus aku rasakan oooh nikmatnya, berada di tengah orang-orang seperti ini. Lalu akupun membuka kedua mata, kudapati semua orang itu hilang semuanya lenyap, hanya aku di dalam bus, ku menoleh ke luar jendela. Ternyata bus masih berjalan, berjalan tanpa sopir, hanya aku yang ada di dalamnya, bus terus melaju, suasana sangat senyap. Aku hanya melihat layar-layar video, ada tayangan ibu-ibu beserta keluarganya, ada gambar seorang pekerja batu dimarahi majikannya, ada gambar pedagang ikan yang tidak laku. Semua hanya gambaran, semua hanya ilusi, kumpulan layar-layar itu akhirnya hilang. Akupun masuk kedalam alam hampa, sendiri dalam keramain.

Sekian. . Selamat  Jalan dan Sampai Tujuan….

14-6-2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s