Sajak

Standard

Daun yang jatuh seolah enggan menyentuh tanah,

Terpaan angin menghembus terarah ke jalan biru

Menanti sang pujangga yang tak sanggup menulis kata

Sekedar berangan dalam pikiran dan tak mampu mengeluarkan kata

Goresan-goresan tak berbentuk mengguratkan ketidakpastian

Sekedar bentuk tanpa makna Dan aku cari kemana daun dihembus angin

Dipenghujung menanti seberkas cahaya mentari

Daun bergelayutan di ranting siluet mencoba tuk tetap bertahan

Angin terus bertiup membujuk kerelaan daun

Dan aku cari kemana daun dibujuk angin

Beterbangan daun mengikuti kehendak angin

Kuasa daun sudah tak mampu lagi menahan ke sungguhan angin

Hijau daun mulai redup bercampur debu dan kotoran

Kokoh gurat tulang daun mulai layu terserang lapuk

Dan akhirnya ku dapati selembar daun terdampar di hati ku…

12-6-2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s