Tambal ban

Standard

Tukang Tambal Ban

Tambal Ban, pekerjaan yang dianggap remeh oleh banyak orang, mendengar kata tambal ban terbayang dalam benak kita sebuah tempat yang kotor, penuh dengan ban bekas, montir yang sangar, kotor serta bayang-bayang  negatif    lainnya. Keberadaan tambal ban di pinggir-pinggir jalan nampak merusak pemandangan, bagaimana tidak kebanyakan dari mereka membuka lapak dipnggir jalan di tengah sawah, atau di jalan yang gelap. Setiap hari mereka menghirup udara knalpot, mendengarkan bising kendaraan serta sengatan matahari yang membuat kulit mereka semakin keras. Kehidupan macam itu membuat orang lain menjadi ngeri melihat tampang mereka.

Ada persepsi negetif yang terlanjur melekat pada profesi ini, kita juga sering menganggap tukang tambal ban sengaja menyebarkan paku supaya mereka mendapat penghasilan, hal ini pernah diliput oleh Trans TV dalam sebuah tayangan reportase khususnya. Ban yang di gantungkan di pinggir jalan menandakan keberadaan mereka,bagi para pengendara motor seperti aku, keberadaan mereka angat penting, namun tidak kita harapkan. Siapa sih yang mau bannya bocor, barangkali hanya tukang tambal ban, meskipun tidak semua. Kalau dilihat-lihat pekerjaan menambal ban ini memang pekerjaan yang mulia, membantu kelancaran transportasi, membantu kesusahan orang, bayangkan seandainya di sebuah jalan tiba-tiba kendaraan kita tertembus paku, apa yang akan terjadi, kendaraan kita tidak bisa berjalan lancar, kita sendiri capek mendorong motor, dan waktu pun banyak tersita.  Secara spontan kita akan mengeluh, menggerutu, bahkan memaki-maki. Perasaan kita menjadi kesal dan pikiran kita kalang kabut, apalagi terjadi di malam hari. Haah, pasti pikiran kita akan kemana-mana.

Tugas tukang tambal ban adalah menambal lubang yang ada di ban ataupun menggantinya dengan ban baru. Bagi sebuah kendaraan ban merupakan bagian yang cukup penting, ban bagaikan telapak kaki, tanpanya sebuah kendaraan tidak akan bisa berjalan lancar, ban terbagi menjadi dua, bagian pertama disebut ban luar, bertuknya kasar, terbuat dari karet dan serat kawat, keras dan bergerigi. Ban luar ini berfungsi untuk mencengkeram setiap jalan yang dilalui kendaraan, entah itu aspal, lumpur, kerikil dsb. Ban inilah yang paling kasihan, keberadaannhya selalu dibawah, tersengat oleh panasnya aspal serta bergesekan langsung dengan batu dan material lain di jalan. Pengorbanan seperti itu dilakukan untuk melindungi ban dalam yang bersifat lentur, lunak dan elastic. Bagian kedua disebut ban dalam, fungsinya adalah menopang ban luar dalam mengatasi beban kendaraan. Ban dalam ini juga penting, karena tanpanya ban luar tidak punya tenaga, tidak mampu mengangkat beban serta tidak produktif. Seringkali yang mengalami kebocoran ialah ban dalam, ban luar tidak terlalu terpengaruh oleh tusukan benda tajam, tapi ketika ban dalam ini tertusuk oleh benda tajam,seketika ban luar akan kehilangan tenaga sehingga ban tidak dapat berjalan.

Kita akan sangat gembiri ketika dalam keadaan ban bocor dan disitu terdapat tukang tambal ban, kita akan lega dan tidak khawatir, dengan adanya tukang tambal ban membuat kita sedikit lebih tenang dalam perjalanan, terlebih pada malam hari. Kesenangan akan bertambah ketika mendapati tukang tambal ban yang jujur, baik. Seperti yang aku alami, dalam perjalanan pulang dari Unnes sebuah paku tertancap di ban belakang  dan mengenai ban dalam. Paku berukuran 3 cm itu telah merobek ban dalam ku. Alhamdulillah tidak jauh dari situ ada tukang tambal ban, kemudian aku mendorong kendaraan sejauh 100 meter kea rah tukang tambal ban itu. Stelah dilihat ternyata ban tidak bisa ditembel karena kerusakannya cukup parah, terpaksa harus diganti. Untuk membeli ban dalam aku harus berjalan sepanjang  800 meter, untungnya orang tersebut dengan baik hati meminjamkan motor bututnya, ya motor yang tidak ada stater, lampu riting, jok copot dan bunyinya yang keras, melebihi motor balap. Huuf, aku pun mencari toko yang menjual ban dalam, akhirnya ku menemukan toko itu, dan membeli sebuah ban dalam berukuran ring 17/ 80-90. Sesampainya di tukang tambal ban  tukang itu langsung memasangnya, tapi begitu dibuka ternyata isinya tidak sama dengan ukuran yang tertulis. Terpaksa aku arus mengembalikan ban itu kepada pembelinya, dengan mengendarai motor buntut itu aku kembali dan menukar dengan ukuran yang sebenarnya. Dalam perjalanan pulang motor buntut yang ku naiki kehabisan bensin, dan untungnya tidak jauh dari situ ada pejual bensin, ahhh betapa nikmatnya hari ni , ban sudah bocor, bensin habis dan harus mendorong sebuah motor buntut sampai diomeli warga karena bentuk motor itu yang sungguh mengenaskan.

Akhirnya ban telah dipasang dan aku berterimakasih seraya memberi uang kepada tukang tambal ban itu, Alhamdulillah total habis 10.000, 5000 untuk bensin motor buntut dan 5000 untuk jasa. Bagaimanapun juga tukang tambal ban laksana oase ditengah gurun, kehadirannya memberikan ketenangan. Tanpanya banyak orang yang akan bertambah susah jika mengalami kebocoran ban dalam perjalanan. Apalagi tukang tambal ban yang jujur dan baik hati. Sungguh ku ucapkan terimakasih kepadamu wahai tukang tambal ban.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s