Selamat datang Para Pejuang Intelektual…..

Standard

Dunia ini terasa cepat berlalu, tak terasa setelah kemarin baru saja kita memakai seragam putih-abu2, saat ini kita telah menginjakan kaki di dunia baru, dunia yang lebih seru, lebih ramai, lebih menantang dan penuh dengan dinamika. Sebelumnya kita belajar dengan pola pendidikan sekolah yang serba formalistis, segalanya diseragamkan, mulai dari pakaian hingga kaos kaki, segalanya diatur, mulai dari jadwal sekolah yang padat sampai kewajiban untuk mengikuti kegiatan n kudu nurut sama Bpk/Ibu guru. Kita masih dianggap anak kecil, sering orang menyebut kita anak sekolahan alias masih ingusan. Namun begitu kita memasuki dunia kampus, kehidupan kita banyak berubah, tak aneh jika banyak komentar yang beredar di masyarakat mengenai mahasiswa. Mulai dari yang positif sampai yang negative, ada yang memandang mahasiswa  sebagai orang yang sudah dewasa dan memiliki masa depan yang jelas, hingga muncul anggapan kalau anaknya mau sukses harus kuliah dulu (masa siCh). Masih banyak komentar lain tentang mahasiswa, nah kenapa sih mahasiswa ini selalu dibicarakan oleh banyak orang? dan seolah-olah dengan menjadi mahasiswa kita dapat mewujudkan sebuah harapan besar ? mau tahu jawabannya ,,baca terus.

“Mahasiswa”, kata yang seringkali meramaikan berita di media massa, mulai dari berita politik  sampai kriminal. Banyak sekali pengertian tentang mahasiswa , tergantung dari kacamata mana yang dipakai, dilihat dari kacamata  ‘Pendidikan Indonesia’  mahasiswa  adalah siswa tingkat tinggi yang dipersiapkan untuk menjadi “mesin-mesin “ kerja bagi dunia industri (weleh2), pengertian ini tidaklah berlebihan melihat saat ini universitas memberikan kurikulum yang “siap kerja” tanpa ada nilai yang lebih mulia. Mahasiswa dididik untuk menyuplai ‘tenaga kerja’ pabrik, hal ini  mencederai hakekat ilmu pengetahuan sebagai jalan menuju pencerahan diri dan kesejahteraan manusia. Namun, apakah Mahasiswa seperti itu? Apakah tujuan kita kuliah hanya ingin mendapatkan ijazah untuk kerja? Ato hanya ingin mengisi ruang hidup yang tidak jelas?Terseret dalam arus budaya industrialis tanpa melakukan upaya kritis ? Bukan ! kita adalah kaum intelektual !

Mahasiswa merupakan status yang diberikan bagi siswa yang melanjutkan pendidikan tinggi.  Dengan begitu secara otomatis seorang mahasiswa memasuki dunia kampus yang bercirikan : Akademis, Ilmiah n Kritis. Ketiga ciri inilah yang hanya dimiliki oleh Habitat Kampus, dengan demikian ada potensi yang sangat besar yang dimiliki oleh Mahasiswa. Adanya  ketiga ciri tersebut akan mengasah kemampuan intelektual mahasiswa  dan akhirnya dapat menjadi sebuah kekuatan perubahan.

Bung Hatta mengatakan bahwa Intelektual adalah mereka yang memiliki karakter dan teguh pendirian, lepas dari kepentingan diri, golongan, atau partai, lepas dari kedudukan, pangkat atau harta.IImu yang menjadi ciri khasnya senantiasa mencari kebenaran serta terbuka terhadap kebenaran yang lebih benar, yang datang dari pihak lain.  Sifat yang demikian itu membawa seorang intelektual untuk selalu memihak kepada kebenaran dan melawan segala penindasan, mereka peduli dan bergerak bersama masyarakat , bukan berada dipingir sambil ngoceh dengan berbagai teori dan hanya sibuk menganalisa . Intelektual yang berada di tengah masyarakat serta aktif mengorganisir kelompok sosial tertentu merupakan sebuah tuntutan, inilah yang oleh Gramsci dinamakan sebagai “Intelektual Organik”.

Allah berfirman dalam Faathir :28 “Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah SWT adalah orang-orang yang berilmu dari hamba-Nya”, dan juga dalam surat Ar-Ra’ad :19 “Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran”. Kedua ayat tersebut memberikan petunjuk kepada manusia agar menggunakan kemampuan intelek nya dengan maksimal. Modal yang diberikan oleh Allah SWT berupa akal dan hati nurani sudah lebih dari cukup untuk mengasah ketajaman intelektual manusia, apalagi dibawah naungan Al-Qur’an  akan membawa kita menjadi manusia yang bertaqwa.

Bangsa kita yang baru saja berulang tahun ke …. Telah banyak melalui berbagai peristiwa, sejak di proklamirkan hingga tahun saat ini masalah tak kunjung berhenti, mulai dari masalah laten kemiskinan, korupsi hingga kedaulatan. Orang kaya semakin kaya, rakyat miskin terpinggirkan, petani menyuplai beras namun tidak mendapat penghasilan yang layak,sementara itu lahan-lahan telah disulap menjadi gedung, pabrik dan hotel, perusahaan asing mencuri kekayaan alam kita, masyarakat dijejali tontonan TV yang menjijikan, mulai dari sinetron2 glamor hingga eksploitasi manusia berbentuk reality show. Belum lagi mental pemerintah yang suka berfoya-foya dengan kendaraan dinas serta kinerja yang berprinsip ABS(asal bapak senang)  semuanya tak kunjung usai dan belum nampak titik terangnya. Hingga masyarakat pun telah bosan dengan keadaan dan beralih kepada keacuhan dan cenderung menyesuaikan dengan keadaan atau boleh dibilang masyarakat telah  berhasil dilumpuhkan. Masyarakat menjadi pelupa, kejadian  lalu yang telah mengecewakan mereka di hapus dengan iming2 janji para Caleg n Capres. Para pejabat eksekutif, legislative dan yudikatif menjadi kelompok yang terus tertawa bersama para pengusaha diatas jeritan rakyat yang lugu dan terdiam.     Lantas siapakah yang akan memperbaiki ini semua?

Kita termasuk kelompok yang bertanggung jawab untuk memperbaiki keadaan yang ada, kita  adalah sedikit orang yang beruntung dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, kita telah menginvestasikan belasan juta bahkan puluhan juta rupiah untuk duduk di bangku kuliah, bahkan kita rela menghadiahkan diri kita untuk melambungkan nama universitas, lantas untuk  apa ?

Maka, mari bersama-sama membentuk diri kita melalui kesadaran kritis untuk berjihad di jalan Allah SWT, perang telah telah dimulai, medan perang sudah jelas dan musuh telah nampak didepan mata. Jihad kita adalah jihad intelektual, perang kita adalah perang terhadap kemalasan, kebodohan dan ketidakadilan, medan perang kita ada di dalam diri kita dan ada di masyarakat, dan musuh kita adalah penindasan. Iman  sebagai spirit kita, Al qur’an- Sunnah pedoman kita dan dakwah adalah  jalan kita.

Sekali lagi, selamat menjadi Mahasiswa ! J

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s