Ramadhan yang menawan…

Standard

Ramadhan yang menawan…

Ramadhan seringkali diibaratkan sebagai  tamu agung  yang dinanti kedatangannya. Dia membawa kesejukan dan keuntungan yang luar biasa. Andai saja kita akan kedatangan tamu yang begitu istimewa apa yang akan kita lakukan?, tentu kita akan berusaha semasimal mungkin untuk menyiapkan kedatanganya agar tamu itu nyaman berada di rumah kita, dengan berbagai makanan, tempat yang bersih dan fasilitas yang memadai. Pastinya kita tidak ingin mengecewakan dan melewatkan kesempatan yang ada. Begitulah analogi kedatangan Ramadhan, kita adalah tuan rumah yang akan kedatangan  tamu besar dan dengan kedatanganya akan memberikan kita banyak manfaat, di situlah seorang muslim dimanjakan oleh Allah sebagai bentuk Rahim Nya kepada kaum muslimin.

Ada hal yang menarik untuk dicermati, maraknya kajian di masjid dan musholla menyedot perhatian kaum muslimin untuk mengikutinya, ternyata  dunia industri tak mau melewatkan momen ini, dimana jutaan orang menunaikan ibadah di bulan ramadhan tentu hal ini menjadi sasaran empuk untuk melempar produk2 supaya dipakai oleh konsumen.

Seringkali nilai keagamaan serta prinsipnya diabaikan demi melariskan dagangannya. Jika kita amati banyak hal yang sebelum bulan ramadhan menampilkan sesuatu yang tidak etis kemudian berubah menjadi hal yang lebih tidak etis lagi, karena menambahkan unsur2 agama kedalamnya tanpa merubah substansi dari hal itu, yaitu keerotisan dan hedonis. Artis2 yang sebelumnya berpakaian minim lantas berubah penampilan tapi tetap berjoget seksi serta melanggar adab ketimuran yang kita junjung.  Esensinya tidak berubah, hanya kemasan nya sa ja yang ditambah ornamen berbau agama, jadi agama hanya menjadi ornamen pendukung guna meningkatkan penjualan dan mengisi pundi2 kaum kapitalis.

Sungguh hal ini sangat memprihatinkan, masyarakat tersihir oleh rekayasa produsen, hingga  lebih mementingkan nonton sinetron religi atau konser musik religi ketimbang tadarus qur’an dan mengikuti kegiatan di masjid. Mereka lebih peduli dengan baju baru yang modis daripada malam lailatul qadar, mereka lebih peduli makanan enak yang akan dihidangkan daripada memberikan ta’jil kepada orang yang membutuhkan. Mereka lebih suka mendengarkan grup musik kesayangannya di rumah daripada mendengarkan  kajian ilmu.

Bulan  Ramadhan memberikan hal yang lebih penting daripada sekedar ritual, yaitu membentuk kita menjadi orang yang bertaqwa, dalam surat Al Baqarah 183 sudah sering kita dengan Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertakwa”.  Dengan perintah untuk menahan nafsu, agar dapat merasakan kedekatan dengan Allah, memikirkan kejadian yang ada, menggali Al-Qur’an dan Sunnah, serta beribadah sebagai bukti kecintaan kita padaNya akan mengkondisikan diri untuk menjadi makhluk yang bertaqwa.  Coba deh simak hadist berikut ini : “ Datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan. Allah menaungi mu di dalamnya. Dia menurunkan rahmat, melebur dosa dan mengabulkan permohonan di dalamnya. Allah akan melihat kegiatan dan perlombaan didalamnya. Dia membanggakan ini kepada para malaikat. Maka perlihatkanlah kebaikan dirimu. Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang terhalang dari rahmat Allah SWT” ( HR Thabrani).  So, sekarang semua terserah kita,akankah kita menjadi orang yang merugi??.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s