Transformasi Dunia Kearsipan

Standard


Bangsa Indonesia ini akan memperingati Hari Kemerdekaanya pada 17 Agustus mendatang, berbagai persiapan dilakukan oleh masyarakat diberbagai daerah, mulai dari persiapan lomba, panggung ceria, sampai festival anak sekolah. Kegiatan yang bertujuan untuk menyemarakkan hari kemerdekaan bangsa ini berlangsung bertahun-tahun dan hampir semua masyarakat Indonesia merasakan hiruk pikuk perayaan akbar ini. Disisi lain keadaan bangsa Indonesia seakan berjalan lambat menuju negara yang maju. Ditambah kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah kian menurun, yang disebabkan gagalnya pemerintah dalam mensejahterakan rakyat. Kasus tarian Cakalele, pengibaran bendera OPM, dan berdirinya partai GAM menambah bukti kegagalan pemerintah dalam pengayoman terhadap rakyat.

Pada HUT RI ke-…..telah terungkap bahwa lagu kebangsaan Indonesia Raya tidak lengkap, hal ini terbukti dengan ditemukanya rekaman film yang diproduksi pada tahun 45 oleh Roy Suryo. Pakar telekomunikasi ini menemukan film tersebut pada salah satu situs luar negeri, hal ini diperkuat dengan ditemukanya naskah lagu yang tercetak pada koran terbitan tahun 1946 yang tersimpan di ANRI(Arsip Nasional Indonesia). Temuan Roy ini memberikan bukti bahwa Indonesia sangat teledor dan lemah dalam menangani arsip negara. Arsip yang tercipta sejak zaman kolonial sampai pasca kemerdekaan banyak yang lenyap dan susah untuk dilacak. Padahal arsip merupakan bukti sejarah yang merekam banyak kejadian di masa lampau. Sungguh sedih jika WR Supratman masih hidup dan mendengar lagu Indonesia Raya tidak sesuai dengan teks aslinya.

Sebenarnya penanganan arsip di Indonesia sangat lemah, di berbagai daerah banyak arsip-arsip penting beralih ke pihak lain yang tidak berwenang(penjual, pribadi, rongsokan) seperti: peta, perjanjian, gambar konstruksi, denah, silsilah keluarga, sertifikat dll. Padahal kegunaan arsip bagi pemerintah sendiri adalah hal yang vital. Arsip mengandung nilai administrasi, bukti, keuangan, ilmu, pendidikan dan dokumentasi. Dalam ilmu kearsipan semua nilai tersebut sangat berperan pentng dalam setiap langkah pembangunan pemerintah. Jika tidak dirawat dan dijaga maka akan mengikis fakta sejarah dan membuat masalah yang rumit, kasus Supersemar sampai sekarang belum terselesaikan, hal ini karena arsip surat tersebut hilang dan tidak diketahui keberadaan surat aslinya. Kasus Ambalat, yang salah satu penyebabnya adalah kurangnya data/ arsip yang menjadi bukti hak kepemilikan pulau tersebut. Tanpa disadari arsip yang selalu disepelekan menjadi hal yang merugikan bagi banngsa ini.

Belum lagi kasus-kasus di daerah yang disebabkan oleh penanganan arsip yang “semau gue” dan menyebabkan proses pelayanan yang tidak nyaman. Arsip memang selalu dipandang sebalah mata oleh masyarakat yang negara berkembang, di negara-negara maju seperti Amerika, Australia, Belanda, Inggris, Jepang, Turki, dsb, arsip menjadi hal yang penting dan mendapat perhatian yang serius. Sehingga mereka sudah tidak dililit masalah administrasi yang menjadi rutinitas sehari-hari.

Keadaan yang demikian seharusnya menjadi PR besar ANRI selaku instansi Pemerintah Pusat yang mengurus masalah kearsipan di Indonesia. ANRI mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pengembangan dan pembinaan seluruh kearsipan nasional untuk menjamin pemeliharaan arsip sebagai bahan pertanggungjawaban nasional dan sebagai bahan bukti sejarah perjuangan bangsa (KEPRES No26 / 1974). Tugas pokok yangt diberikan kepada ANRI inilah yang mengharuskannya bekerja secara intensif dan masif. ANRI juga harus memberdayakan para arsiparis yang berada di berbagai tempat pemerintahan untuk dapat membantu ANRI. Arsiparis yang ada di daerah seakan malas untuk menjadi seorang arsiparis yang profesional karena stigma yang  diberikan kepada profesi ini sangat tidak membanggakan. Maka perlu suatu transformasi status, sehingga para arsiparis akan bekerja secara profesional. Transformasi status dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut: Pertama, meningkatkan insentif, hal ini adalah hal yang layak, karena tugas arsiparis sangatlah berisiko, baik bagi kesehatan, dan keamanan dari arsip itu sendiri. Kedua, Mengaktifkan organisasi profesi kearsipan, dengan aktifnya organisasi profesi maka arsiparis akan terikat dengan etika profesi. Disinilah etika profesi dapat membentuk arsiparis yang profesional. Dengan adanya organisasi profesi ini maka arsiparis tidak akan dianggap profesi yang sepele. Untuk saat ini organisasi profesi kearsipan tidak dirasakan oleh arsiparis-arsiparis di seluruh Indonesia.

Sudah saatnya dunia kearsipan Indonesia melakukan perubahan demi menuju kemajuan. Sehingga arsip dapat lebih berperan dalam menjaga kesatuan Bangsa yang luhur ini dan menjaga bukti sejarah perjuangan bangsa Indonesia. 5-8-2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s