Ta’aruf Dengan IMM

Standard

MAHASISWA

Kata “Mahasiswa” seakan tidak akan pernah dilupakan oleh masyarakat Indonesia. Sejarah bangsa ini telah mencatat dan merekam berbagai peristiwa yang melibatkan mahasiswa. Dimulai dari Kebangkitan Nasional oleh mahasiswa-mahasiswa  kedokteran hingga penggulingan Suharto sebagai pemimpin ORBA. Sejak zaman penjajahan, mahasiswa yang identik dengan kaum terpelajar selalu berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, cara yang biasa ditempuh adalah dengan penggiringan opini dan pewacanaan mengenai pentingnya kemerdekaan dan persatuan.     Sebagai kaum yang terdidik, mahasiswa mempunyai posisi yang penting dalam negeri ini, mahasiswapun seringkali terlibat dalam tarik-menarik kepentingan ideologi  politik tertentu.

Pada saat revolusi fisik gerakan mahasiswa sangat berperan aktif dalam percaturan politik bangsa, hingga tahun 50-an mahasiswa terkenal dengan istilah’Buku, Cinta dan Pesta” dan pada saat itulah euphoria demokrasi terjadi setelah sekian lama terjajah. Mahasiswa banyak memberi pengaruh pada tahun 50-60 an yang saat itu terjadi perebutan ideologi antara komunis, nasionalis dan islam.  Pada tahun 70-80 an upaya untuk menjinakan gerakan mahasiswa mulai dilakukan oleh pemerintah, dikarenakan pada tahun 1974 meletus peristiwa MALARI( 15 Januari 1974). Saat itu mahasiswa merasakan ketidakberesan, kejanggalan dan ketidaktertiban pada pemeritah, terutama mengenai masalah ekonomi, pembangunan, sosial, hukum, politik dan RUU Perkawinan. Puncaknya adalah ketika mahasiswa melakukan aksi bertepatan dengan kedatangan PM Tanaka dari Jepang pada 15 januari 1974. Inilah yang menyebabkan kemandegan gerakan mahasiswa hingga akhirnya pecah peristiwa Mei 1998 yang berhasil melengserkan Presiden Suharto.

Dari sedikit uraian diatas, kita dapat membayangkan begitu heroiknya kehidupan mahasiswa, namun tidak bisa dipungkiri bahwa banyak mahasiswa yang hanya diam, berpangku tangan dan hanya bersenang-senang dengan kehidupanya sendiri. Sebagai Mahasiswa Muhammadiyah terlalu bodoh jika kiranya kita hanya berdiam diri, tanpa berbuat sesuatu apapun dan berpikiran sempit.  Mahasiswa Muhammadiyah merupakan mahasiswa yang peduli, terampil dan berakhlak mulia. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagai wadah perjuangan merupakan sarana aktualisasi diri, dakwah dan jihad.

IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH (IMM)

IMM adalah gerakan Mahasiswa Islam yang berakidah Islam bersumber Al Quran dan As Sunah, bertujuan untuk mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah. Didirikan pada tanggal 29 Syawal 1384 H bertepatan dengan tanggal 14 Maret 1964 M di Yogyakarta. IMM bergerak di bidang keagamaan, kemasyarakatan dan kemahasiswaan. Secara organisatoris IMM merupakan salah satu organisasi OTONOM dari Muhammadiyah seperti ‘Aisyiah, Nasyi’atul ‘Aisyiah(NA), Pemuda Muhammadiyah(PM), Hizbul Wathan(HW), Tapak Suci(TS) dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah(IPM).

Kelahiran IMM bukanlah peristiwa kebetulan, IMM lahir melalui sebuah proses dari kesadaran akan kondisi Muhammadiyah, Bangsa dan Umat Islam. Kesadaran akan sebuah misi penting bagi setiap manusia, yaitu untuk menjadi khalifatullah fil ardh dengan cara melestarikan kehidupan sejahtera di bumi ini. Kelahiran IMM merupakan suatu keharusan sejarah bagi Muhammadiyah, Bangsa dan Umat.

Sejak tahun 1936 melalui Kongres Muhammadiyah ke 25 di Jakarta muncul keinginan untuk melahirkan IMM, dimulai dari keinginan Muhammadiyah untuk melakukan pembinaan kader di lingkungan mahasiswa berupa pendirian Perguruan Tinggi. Namun karena Muhammadiyah belum memiliki Perguruan Tinggi maka keinginan inipun terbengkalai. Kemudian pada Muktamar ke 31 tahun 1950 dihembuskan pula keinginan untuk membentuk IMM, lagi-lagi keinginan ini gagal dikarenakan sudah ada wadah berupa Pemuda Muhammadiyah, selain itu sudah ada HMI(Himpunan Mahasiswa Islam). Hingga pada Muktamar ke 33 tahun 1956 di Palembang, didirikanlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah, namun IMM belum juga terbentuk. Saat itu dibentuk Badan Pendidikan Kader, salah satu kegiatan dari badan tersebut adalah mengadakan pengajian mahasiswa. Pengajian ini bertempat di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta. Lalu pada tahun 1956 dibentuklah Lembaga Dakwah Muhammadiyah, lembaga inilah yang menjadi embrio kelahiran IMM. Hingga pada 14 Maret 1964 lahirlah IkatanMahasiswa Muhammadiyah yang diresmikan oleh PP Muhammadiyah yang saat itu diwakili oleh Ketua PP Muhammadiyah KHA Badawi dan H Tanhawi selaku badan pembantu harian Pemerintah DIY. Dengan demikian jelas bahwa kelahiran IMM bukan peristiwa yang instan tapi melalui sebuah proses yang panjang.

Saat peresmian  IMM dicetuskanlah 6 penegasan IMM, yaitu :

  1. Menegaskan bahwa IMM adalah gerakan mahasiswa Islam.
  2. Menegaskan bahwa kepribadian Muhammadiyah adalah landasan perjuangan IMM.
  3. Menegaskan bahwa fungsi IMM adalah eksponen mahasiswa dalam Muhammadiyah.
  4. Menegaskan bahwa IMM adalah organisasi mahasiswa yang sah dengan mengindahkan segala hokum, undang-undang, peraturan serta falsafah negara.
  5. Menegaskan bahwa ilmu adalah amaliah dan amal adalah ilmiah.
  6. Menegaskan bahwa IMM adalah Lillahi Ta’ala dan senantiasa diabdikan untuk kepentingan rakyat.

Dengan demikian semakin mempertegas bahwa IMM merupakan sarana perjuangan bagi Mahasiswa Muhammadiyah demi mencapai tujuan Muhammadiyah, yaitu terwujudnya masyarakat Islam sebenar-benarnya.

Ada beberapa hal penting yang melatar belakangi berdirinya IMM, yaitu kondisi internal muhammadiyah saat itu dan kondisi umat dan bangsa. Pertama, kondisi Muhammadiyah yang sudah berkembang begitu pesat, serta bertambahnya amal usaha dimana-mana menyebabkan perlunya SDM yang berkualitas untuk mengurus amal usaha Muhammadiyah tersebut. SDM ini bukan hanya ahli di bidangnya namun harus mempunyai jiwa Muhammadiyah yang bagus. Bukan hanya pada amal usaha namun juga di bidang pemikiran, zaman yang semakin maju menuntut Muhammadiyah untuk dapat memberikan pencerahan pemikiran kepada masyarakat, dengan adanya pemikir-pemikir Muhammadiyah yang intelek dan ulama maka Muhammadiyah mampu mengatasi perubahan zaman dengan cepat. Jika semua ini tidak dipersiapkan, maka dikemudian hari Muhammadiyah tidak memiliki kader-kader yang dibutuhkan.

Kedua, kondisi umat dan bangsa semenjak diproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia terjadi pertentangan idiologi dan kekuasaan. Sewaktu masih dijajah masyarakat Indonesia dihadapkan pada satu musuh, yaitu penjajah namun ketika merdeka musuh kita adalah ideologi-ideologi yang saling berebut kekuasaan di dunia. Terdapat ideologi komunis yang didukung oleh Rusia dan demokrasi yang di dukung oleh Amerika. Selain itu terdapat ideologi Islam yang menjadi sintesis dari kedua ideologi itu. Masyarakat sudah dibingungkan oleh pertentangan para elit politik, sehingga emosi masyarakat mudah dipicu dan digiring ke salah satu ideologi tertentu, rakyat pun hidup sengsara.

Keadaan mahasiswa tidak jauh berbeda, kelompok kampus sering menjadi bahan tarik ulur aliran politik tertentu, hingga muncul kutub-kutub ekstrim yang bertentangan, semangat pergerakan mahasiswa bukan lagi semangat perjuangan untuk rakyat namun semangat kepentingan kekuasaan. Kaum Nasionalis dan kaum komunis selalu membentuk aliansi untuk mengkonsolidasikan kekuatan masing-masing. Hal ini juga terjadi di Pemerintahan, adanya menteri-menteri yang berseberangan pendapat bahkan melakukan kudeta. Umat Islam yang mayoritas pun mendapat pukulan dari misionaris Kristen yang gencar melakukan kegiatan di desa, budaya barat masuk ke Indonesia tanpa seleksi hingga merubah kehidupan kaum muslimin menjadi hedonis, materialistis dan sekuler.

Ditengah kondisi demikian IMM lahir ke tengah masyarakat untuk dapat berjuang mengembalikan samangat perjuangan rakyat dan dakwah islam. Memang pada awalnya IMM sering mendapat tantangan dari berbagai pihak, baik dari Muhammadiyah sendiri maupun dari luar. Namun dengan kesabaran dan kesungguhan IMM mampu mengatasi itu semua. Untuk membedakan IMM dengan organisasi mahasiswa yang lain maka dicetuskanlah Identitas IMM sebagai berikut:

  1. IMM adalah organisasi kader yang bergerak dibidang keagamaan , kemasyarakatan dan kemahasiswaaan dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah.
  2. Sesuai dengan Muhammadiyah, maka IMM memantapkan gerakan dakwah ditengah masyarakat khususnya kalangan mahasiswa.
  3. Setiap anggota IMM harus mampu memadukan kemampuan ilmiah dan akidahnya.
  4. Olehkarena itu setiap anggota harus tertib dalam beribadah, tekun dalam studi, dan mengamalkan ilmunya untuk melaksanakan ketaqwaan dan pengabdianya kepada Allah SWT.

Setelah kita memahami makna mahasiswa dan perjuangan maka sebagai mahasiswa Muhammadiyah sudah sepantasnya kita tidak menutup mata dari realita sosial yang ada. Kemampuan mahasiswa yang mampu berpikir secara dewasa dan mandiri menjadi modal dalam mengarungi samudera perjuangan. Bukan saatnya kita hidup dalam alam anak-anak yang hanya berpikir sesaat, senang dan tidak peduli. Namun sekali lagi, kita adalah Mahasiswa, kita adalah pemimpin dan pemegang amanah Allah sebagai khalifatullah fil ardh. Maka, tersenyumlah dan ucapkan Selamat Datang Dunia Mahasiswa…!!!!!

Billahi fi Sabililhaq, Fastabiqulkhairat. 19-9-2008

Sumber Bacaan

Fathoni, Farid, AF.1990. Kelahiran Yang Dipersoalkan. Surabaya. Bina Ilmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s