Puisi-puisi an

Standard

Menutup Diri

Kuarungi samudra derita yang tak terjangkau pandangan mata pada tepinya.

ku merasa ada yang hilang dalam diriku

aku teringat masa lalu yang penuh liku

saat mata memandang kulit polos tak berukir

ku liat senja dibalik tipis tirai tubuh

lalu ku singkap lembar tipis tirai itu

dan serumpun mawar berduri tajam menantangku

apakah kau tak melihat ku? kata mawar

Ku coba berfikir

ribuan mata memandang melihat kedalam

menyelami kubangan dan menelusuri lorong jiwa yang sempit

oh mata, ternyata kau tak bisa melihat

cahaya selalu pergi ketika kau arahkan matama mu pada mawar berduri  itu

yang kau lihat hanya selembar kulit tipis tak berguna tapi aku heran..

kau selalu melindunginya dari sorot matahari

dan gesekan lain yang akan menggores cintanya

kau tutup rapat bahkan kau lapisi dengan baja anti gores

uhh hingga kau sadar tak sanggup untuk melihatnya.

kenapa?kenapa?kenapa?

karena ada mawar berduri  dibalik kulit tipismu

Uh sekali lagi sayang

mawar berduri tetaplah mawar

dia akan bertumbuh memperbanyak diri , bermutasi

dan duri-duri itu aka menyetuh tabirmu denga sentuhan tajam

hingga merobek-robek kulit tipismu

oh aku heran lagi

mengapa mawar itu merobek-robek? Mengapa?

karena sebenarnya dirimu bukanlah tempat yang cocok untuk mawar berduri

biarkan dia pergi , hidup bebas dan menari diiringi angin sepoi yang harmoni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s