Berhentilah Merokok

Standard


Merokok merupakan hobi yang menyenangkan, penghilang stress dan pengisi waktu luang, oleh sebagian orang rokok dianggap sebagai indikasi kejantanan seseorang. Perokokpun bervariasi mulai dari laki-laki atau  perempuan yang kecil, remaja, muda dan tua. Seakan sebagai sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi rokok sudah begitu mengakar dimasyarakat di berbagai lapisan.

Oleh para ahli kesehatan rokok dikategorikan sebagai barang beracun dan berbahaya bagi tubuh, berbagai penelitian dan kajian ilmiah membuktikan bahwa rokok bukanlah barang yang sehat untuk dinikmati. Akan tetapi semakin gencar pencitraan rokok sebagai barang yang tidak sehat maka semakin banyak pengguna rokok. Indonesia termasuk dalam konsumen rokok terbesar di dunia, 2 dari 3 penduduk Indonesia adalah perokok. Yang lebih memilukan lagi adalah terlibatnya anak-anak kecil yang termasuk dalam konsumen rokok. Anak-anak sekolah yang seharusnya menjadi tumpuan bangsa di masa depan diharapkan menjadi anak-anak yang sehat dan cerdas, namun sebagian dari mereka terjebak oleh racun rokok yang memukau.

Ada beberapa hal yang membuat rokok begitu mengakar di masyarakat :Pertama : Regulasi yang diterapkan tidak ketat, sehingga mudah sekali orang membuat pabrik rokok sehingga banyak bermunculan pabrik-pabrik illegal. Kedua: Kekuatan modal produsen rokok yang berperan dalam pembangunan nasional, kita lihat beberapa sponsor olahraga, pendidikan dan pembangunan infrastruktur terdapat produsen rokok menyuplai dana dengan jumlah besar. Sungguh paradoks, disatu sisi rokok adalah barang yang merusak tubuh namun produsen rokok memprakarsai acara olahraga yang bertujuan untuk menyehatkan tubuh. Ketiga : Bisnis rokok menyerap ribuan tenaga kerja dan mengurangi pengangguran. Keempat : Kampanye yang belum serius mengenai bahaya rokok.

Olehkarena itu yang seharusnya dilakukan adalah: Pertama, harus ada keinginan bersama terutama oleh Pemerintah sebagai pembuat kebijakan untuk menolak konsumsi rokok dan berkeinginan untuk hidup sehat tanpa rokok. Kedua, membuat alternative lapangan kerja bagi masyarakat dalam bidang pertanian dan perikanan karena Indonesia sangat berpotensi dengan hal itu. Ketiga, Membuat regulasi yang tegas dan ketat terhadap peredaran rokok, hal ini harus dilakukan Pemerintah melalui pembuatan UU yang menerapkan peraturan ketat supaya peredaran rokok dapat dibatasi. Keempat, Memasifkan sosialisasi dengan melibatkan masyarakat secara langsung, seperti melibatkan anak sekolah, dan warga-warga kampung dalam kegiatan kampanye anti rokok.

Dengan begitu, kebiasaan merokok di kalangan masyarakat akan memudar dan bangsa ini akan selamat dari generasi perokok yang tidak sehat. Kita harus memulai sekrang juga dan tidak perlu menunggu, karena sudah terlalu lama bangsa ini selalu menunggu.31-12-2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s