Astagfirullah

Standard


Suatu saat aku dan temenku jalan2 malam

Saat itu kami sedang mengikuti rapat di suatu tempat, seperti biasa, rapat dipenuhi dengan percekcokan2 sepele (bagiku), saling menjatuhkan bahkan menginvestigasi, hingga terlihat bahwa agenda rapat sebenarnya telah melenceng dan mengarah ke penjatuhan vonis terhadap salah satu pimpinan. Memang hal itu baik, tpi bagiku kebaikan saja tidak cukup, harus ada etika yang ditegakan, melawan ketidaksopanan bukan dengan ketidaksopanan namun dengan etika/fatsun. Kalo tejebak pada rutinitas rapat seperti itu ruh pergerakan seakan lenyap hingga semua terlihat telanjang tanpa identitas, artinya gak jelas. Predikat yang disandang seakan sudah dirubah bahkan dihapus,,,padahal mereka selalu membawa2 nama agama dalam setiap langkahnya..HHmmmm, apakah tidak bisa diselesaikan dengan baik2 dan bermartabat??lagipula musyawarah dengan mengedepankan ego, nafsu itu hal yang buruk walaupun terkadang dibalut dengan kata2 sakti”takbir”, bagiku sangat memuakan , apa yang diperbuat hanya untuk memenuhi libido organisasi aja dengan dalih menegakkan AD/ART. Namun demikian oleh sebagian kawan2ku hal ini dianggap sebagai perjuangan organisasi(mungkin), menegakkan organisasi dengan memperjuangkan AD/ART melalui sidang2.

Lepas dari sidang2 itu tepat pukul 01.00 aku dan temanku berniat untuk jalan2 malam di sekitar kota semarang, tujuan kami saat itu adalah ingin melihat kehidupan malam di kota. Jiwa muda kami menggiring kami untuk menaiki sepeda motor dan mengelilingi jalan raya. Gerimis halus menyapu jalan saat itu, jalanan sepi dengan hembusan angin malam dan gerimis menemani perjalanan kami, kami memulai rute dari Jl Gajah Mada menuju ke kali banteng, tempat ini terkenal dengan kawasan lokalisasi SK(sunan kuning). Tiba di kali banteng ternyata bensin motor sudah limit hingga kami mencari SPBU di Krapyak. Selepas mengisi bensin kami putuskan untuk kembali dan menuju ke stasiun poncol dan tawang lalu perjalanan berhenti di sebuah warung burjo di singosari. Sepanjang perjalanan kami melihat fenomena malam hari seperti yang kami lihat di tv, expektasi kami melayang jauh dengan gambaran yang ada di otak muda kami, dinginnya malam serta gerimis  tak membuat surut niat kami, sepanjang jalan terlihat beberapa orang penjaga keamanan yang berjaga di depan hotel berkelas, gelandangan yang tidur di emperan toko, tukang bejak yang terlelap di depan ruko, pedagang sayur dan sekelompok orang (mungkin aktivis malam), WTS, bencong dan segala macam komunitas kelelawar(orang yang beraktivitas di malam hari). Sungguh dunia malam mempunyai penggemarnya sendiri,disaat mayoritas orang tidur istirahat terdapat orang yang mencoba mengais rejeki di tengah malam. Perhatian kami tertuju pada kehidupan para PSK yang sering mangkal dipinggir jalan. Darah muda kami bernafsu untuk melihat para PSK tersebut, di tengah terpaan angin dan gerimis hujan di pinggir jalan kami melihat sesosok wanita/bencong(karena gelap sih) dengan pakaian yang sangat minim berteduh dibawah payung yang dipegangnya, kami tidak tahu apakah dia wanita atau banci yang jelas penampilannya seperti perempuan dengan kaki panjang mulus. Hawa dingin seakan tak dirasakan olehnya, entah apa yang dirasakannya pastinya dia tidak pake jaket dan berpakaian ketat, huuhh apa gak masuk angin ya, ??. Kemudian setibanya kami di stasiun poncol kami juga melihat    beberapa PSK dengan pakaian musim panasnya, ada yang sedang ngobrol dengan beberapa orang(mungkin pelanggan), ada yang sedang duduk sendiri dan  ada yang di warung. Lalu kami tiba di stasiun tawang, di jembatan kami melihat dua orang banci dan wanita(mungkin, coz gak jelas sih), ih saat kami ngeliatin dia wajahnya lekas memandang kami dan melemparkan senyum ajakan(entah ajakan apa itu) kami langsung cabut sebab ngeri juga ngeliat wajah penuh silikon itu. Sebelum meninggalkan tawang kami juga melihat banci yang sedang berjalan membawa payung, iih sekali lagi kami ngeri ngliat wajah penuh silikon kayak gitu,,,. Akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri perjalanan di burjo. Di warung ini kami melihat lagi fenomena kehidupan yang sering kami liat di tv, vcd dan ustadz/kyai…sekelompok cewek-cowok sedang menikmati suasanan malam di burjo itu cewek2nya memakai pakaian musim panas seakan2 saat itu hawa sangat panas dan gerah hingga memakai baju tipis dan bertelanjang punggung(punggungnya kelihatan), sambil ngerokok cewek itu ngoceh nggak jelas,kami  menikmati burjo di dalam sedang mereka diluar, dari dalam kudengar pembicaraan mereka gak terarah bahkan beberapa kata tak pantas diucapkan oleh cewek2 itu, seakan tak ada batas pergaulan  antara cewek-cowok, dilihat dari penampilan dan wajah mereka termasuk golongan atas. Golongan yang mengendalikan kehidupan masyarakat kecil, miskin dan tak berpendidikan, golongan yang banyak menghisap darah rakyat kecil demi mengisi pundi2 uang mereka dan memuaskan nafsu. Golongan atas terdiri dari para pejabat, pebisnis, birokrat tingkat atas, politisi, petinggi Bank, petinggi pabrik, petinggi agama dan pemegang kendali fakktor2 ekonomi. Mereka itulah yang sering menghisap darah rakyat walaupun terkadang mereka tidak menyadarinya. Kesibukan mereka mencari uang dan pangkat berakibat pada anak2nya, dengan uang anak2 mereka tidak mendapat kasih sayang dari ortu hingga mendapatkan teman yang mampu mengisi kekosongan itu dengan hal2 yang fun dan enjoy. Aku teringat lagi dengan orang2 ada di sepanjang jalan tadi, apakah mereka menentukan hidup mereka sendiri? Apakah sejak kecil mereka berkeinginan seperti itu? Apakah mereka menyesali perbuatannya? Apakah mereka pernah belajar agama? Apakah mereka kenal tuhan? Apakah mereka tidak pernah gelisah? Mengapa mereka tidak tertarik dengan agama? Apakah Allah tidak memberi petunjuk pada mereka? ,,sejumlah pertanyaan kuajukan kepada diriku sendiri,, aku hanya ingin membandingkan kehidupanku dengan kehidupan mereka, betapa  jauh dan aku sangat bersyukur padaNya, tapi aku pikir belum tentu kehidupanku lebih baik daripada mereka untuk kedepanya, karena masa depan adalah misteri dan hanya Allah yang tahu, bisa saja orang2 seperti mereka akan masuk surga lebih dulu daripada aku, karena hidayah ada pada allah, dan jika Dia telah menghendaki maka semua akan terjadi.

Di dalam warung burjo aku dan temanku ngobrol mengenai manusia dan tingkah polahnya, ”lihat orang yang diluar itu, apa sebab mereka seperti itu?”kataku, temanku nampaknya tidak tertarik dengan topik yang kuutarakan, ah sudah lah akhirnya kami kembali ke tempat rapat untuk istirah, jam di hp Q menunjukan pukul 03.00,,uhhh saatnya tidurr, sebenarnya mau tahujud dulu tapi rasa kantuk mengalahkan niat baik ku…31-12-2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s